dampak perubahan iklim dampak perubahan iklim

Yuk, Kenalan dengan Kemasan Ramah Lingkungan dari Garnier!

Kondisi lingkungan hidup semakin memprihatinkan dalam beberapa dekade terakhir, bahkan sudah memasuki tahap krisis.

Salah satu permasalahan besarnya adalah ketergantungan manusia terhadap plastik.

Menurut Greenpeace, 60% dari plastik yang ada di dunia saat ini hanya dipakai sekali saja lalu langsung dibuang sehingga menjadi limbah.

Ngeri, ya! Karena itu, penggunaan produk dengan kemasan ramah lingkungan sangat dianjurkan untuk mengurangi limbah plastik sekaligus mengurangi emisi karbon yang mencemari udara.

Sebagai brand kecantikan terkemuka dunia, Garnier telah berkomitmen menuju green beauty yang menciptakan dampak positif bagi manusia dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Dari 5 Langkah Keberlanjutan oleh Garnier, salah satunya adalah menciptakan lebih banyak kemasan ramah lingkungan. Informasi tentang kemasan produk yang ramah lingkungan bisa kamu dapat di bawah ini, ya.

 

Kenapa Pilih Packaging Ramah Lingkungan?

Menurut laporan Plastic & Climate: The Hidden Costs of a Plastic Planet, pada tahun 2015, 39,9% dari limbah plastik di dunia merupakan kemasan produk, termasuk kemasan produk skincare yang kamu gunakan.

Dari jumlah ini, hanya 20,6% saja limbah kemasan produk yang akhirnya bisa didaur ulang. Sisanya ada yang dibakar di tempat pembakaran sampah, berakhir di tempat penampungan sampah, serta menjadi limbah yang tersebar di permukaan Bumi sehingga menjadi polusi plastik.

Mulai dari proses pembuatannya sampai menjadi limbah, plastik memberi dampak buruk bagi lingkungan hidup. Limbah plastik yang tersebar di darat dan perairan berpotensi merusak bumi.

Misalnya saja limbah plastik yang berpotensi menjadi mikro plastik yang mencemari air sehingga tidak baik dikonsumsi kembali oleh kita.

Karena itu, masyarakat dihimbau untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, salah satunya adalah menggunakan produk dengan kemasan ramah lingkungan.

 

Garnier Green Beauty: Lebih Banyak Kemasan Ramah Lingkungan

Garnier lewat program Green Beauty telah merancang strategi agar bisa mencapai kemasan ramah lingkungan melalui 4 pilar, yaitu menggunakan bahan daur ulang, mendesain ulang dan berinovasi, menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle). Sejauh ini, penerapan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut.

Menggunakan bahan daur ulang

Saat ini, jenis plastik yang digunakan untuk kemasan Garnier adalah PET (Polyethylene Terephthalate), PP (Polypropylene), dan PE (Polyethylene).

Jenis plastik ini dapat didaur ulang dan digunakan kembali sampai beberapa kali, serta merupakan bahan plastik yang paling sering didaur ulang di dunia.

Selain itu, Garnier juga telah menggunakan plastik jenis PCR (Post-consumer recycled) yang merupakan hasil daur ulang plastik dari limbah produk konsumen. Dengan penggunaan plastik PCR, Garnier telah menghemat penggunaan plastik perawan sebanyak 32 ton pada 2019.

Produk-produk Garnier yang sudah menggunakan kemasan plastik PCR di antaranya adalah Garnier Micellar Cleansing Water (mencapai 25% kemasan) dan Garnier Sakura Glow Hyaluron Water-Glow Essence (mencapai 100% kemasan).

Ke depannya, Garnier bertekad untuk mencapai angka 100% dalam penggunaan plastik PCR sebagai kemasan ramah lingkungan bagi produk-produknya pada tahun 2025.

Mendesain ulang dan berinovasi

Untuk mengurangi penggunaan plastik, Garnier juga telah mendesain ulang kemasan produk dan terus membuat inovasi produk.

Garnier telah mendesain ulang kemasan sachet untuk mengurangi ukuran, tidak lagi menggunakan cellophane atau lapisan plastik tipis yang biasa digunakan sebagai segel kemasan, menghilangkan plastik segel di tutup botol micellar water, serta lembaran plastik (blue liner) yang ada face mask.

Kemasan Garnier Serum Mask yang telah dikurangi ukurannya sebanyak 4 cm (sejak 2018) menjadi hanya 1 cm saja. Dengan desain ulang ini, Garnier telah menghemat penggunaan plastik sebanyak lebih dari 32 ton plastik perawan pada 2019.

Inovasi lain yang sudah dilakukan Garnier di Indonesia adalah menggunakan kemasan kertas yang telah mendapatkan sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council).

Sertifikasi ini memastikan bahwa produk (kemasan kardus) yang digunakan berasal dari hutan yang dikelola dengan baik dan memberi manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi. Jadi bukan kemasan kardus biasa melainkan kemasan ramah lingkungan!

Menggunakan kembali

Garnier berkomitmen untuk mempromosikan sistem dan fasilitas yang menggunakan kembali kemasan produk Garnier dengan cara isi ulang. Untuk itu, Garnier terus menguji coba berbagai bentuk kemitraan dengan bentuk yang sesuai.

Salah satu bentuk kemitraan yang sudah terbentuk adalah kemitraan Garnier dengan Loop™ di Prancis berupa pembuatan platform belanja inovatif yang menggantikan kemasan sekali pakai dengan kemasan plastik jangka panjang yang dapat digunakan kembali.

Mendaur ulang

Proses daur ulang dari plastik kemasan Garnier diawali dengan dikumpulkan, dibersihkan, dan disortir berdasarkan jenis plastik. Setelah itu, plastik diparut, dicuci, dilebur, dan dibentuk menjadi pelet atau biji plastik.

Biji-biji plastik ini akan digunakan kembali untuk produksi barang-barang rumah tangga seperti ember atau gayung.

 

Yuk, Ikutan Mendaur Ulang bersama Garnier

Untuk mengurangi penggunaan plastik perawan sebagai kemasan dan lebih banyak plastik jenis PCR sebagai kemasan ramah lingkungan.

Di Indonesia komitmen ini sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2021 ini, Garnier sudah menggunakan 25% plastik daur ulang untuk kemasan di lini produk micellar water.

Produk terbaru yang sudah menggunakan 100% PCR plastic di antaranya adalah Sakura Glow Water-Glow Essence.

Untuk mendukung visi Garnier menciptakan lingkungan yang lebih baik, kamu juga bisa langsung ikut program eRecycle. Garnier juga telah bermitra dengan eRecycle, Bank Sampah, dan mitra-mitra bisnis untuk meluncurkan program daur ulang melalui online (berbasis aplikasi) dan offline.

Garnier menargetkan untuk mengajak 50.000 konsumen Garnier dalam program daur ulang ini pada tahun 2021 dan mengumpulkan 100 ton plastik setiap tahunnya untuk didaur ulang.

Kamu bisa ikutan program daur ulang sampah kemasan ini, lho! Begini caranya:

Online: Download aplikasi eRecycle, lalu masukkan data sampah kemasan yang telah dikumpulkan, baik kemasan produk Garnier maupun sampah kemasan lain dalam bentuk plastik, kertas, dan kaca. Ikuti petunjuknya, lalu sampah kemasan kamu akan dijemput!

Offline: Datangi salah satu dari 19 titik tempat pengumpulan sampah terdekat di Hero Group (Giant dan Hero) di Jadetabek dengan membawa sampah kemasanmu. Untuk info lokasi titik pengumpulan sampah, kamu bisa mendapatkannya di sini.

Untuk tau lebih banyak tentang Garnier Green Beauty, termasuk soal kemasan ramah lingkungan, kamu bisa kunjungi kanal Green Beauty di website Garnier Indonesia.